Cindai Bermadah

Cindai Bermadah

Jumaat, 21 Oktober 2011

Terkenang..

Kenangan itu...
Cukup menyakitkan...
Cukup Memedihkan...
Cukup Memilukan...

Sungguh...!
Kenangan itu...
Amat pahit untuk dikenang...

Pergilah kau jauh dariku...
Kebencianku teramat dalam kepadamu
sehinggakan menyebut namamu
Aku tak sanggup...!

Bibir mengukir senyuman...
Dihati tersimpan Kepedihan....

Cukup la kepiluan ini
Menjadikan air mata
mengalir tanpa rasa malu...

Terjahan demi terjahan...
Tohmahan demi tohmahan...
Hinggap meniti di setiap bibir...
Lantas hati menjadi batu....

Sesungguhnya...

Tin Kosong Dah diisi

Sejarahnya
Sebiji Tin  Kosong....
Hanya aku dan kau yang tahu...
Sketsa  sebiji tin kosong.

Tin kosong
Bukan sekadar tin kosong...
Tin kosong yang penuh dengan warna dan warni...

Hanya aku yang tahu...
Ajaibnya Sebiji tin

Duhai hati...
Muncul la  didalam mimpiku...
Mengulangi sejarah ...
"Tin kosong dah diisi.."

( 30 Mei 2011 )

Detik Itu...

Detik Itu..
Syahdu...
Menghamburkan bait-bait indah
Menyemarakkan Jiwa yang bergelora...

Detik Itu dinanti...
Diraih...
Dihayati...

Airmata bergenang..
Kedunya kata-kata
Mampannya perasaan
Tak terkawal
Tak terbenam

Jiwa kacau... Parah.. Bergelora...
Kunantikan saat itu
Saat nan indah...
Tapi kusam..
Tak Bercahaya...
Tak berlagu...
Tak berwarna...

Kau Datang Kusambut Girang..
Kau Pergi Kusahut Jeritan...

Sesungguhnya...